…jika rasa kekaguman ini adalah suatu anugrah, maka izinkanlah hamba untuk tetap terjaga dari retorika perasaan yang sebenarnya tak perlu ada. jika sikap hamba membuatmu risih maka maafkanlah ke khilafan ini..
ukhti…
hamba sadar bukan hak hamba untuk kagum pada mu, hamba sadar bahwa ini adalah sebuah kesia-siaan..
ukhti..
inilah manusia yang selalu tak lekang tuk tetap bergumul dengan syahwat pandang dan rasa.. hamba tak bisa tuk munafiki rasa, namun di satu sisi tak boleh ada rasa yang cintanya melebihi cinta kepada Allah..
ukhti ..
hamba kagum akan diammu
hamba kagum akan ketenangan mu
hamba kagum akan kedewasaan mu
hamba kagum atas kesederhanaan mu
dan hamba kagum atas pesonamu
refleksi karunia Allah pada dirimu…
jika dan jika banyak dari sikap hamba yang menyerang privasi mu..
hamba minta maaf..
Maaf atas segala tutur dan tingkah yang menjemukan berimbas pada suasana keseharianmu di sini..
Pagi… masih ngantuk,
tapi mau ga mau kuping gw uda mesti di jejali lagi dgn track cadas punya Burgerkill buat membiasakan diri dgn ketukan cepat dan tegas.
Its challange for me, ada anak grunge dengan lantang meneriakan soal skill drum di status fb temen gw.. cukup seru dan sedikit menantang, tapi gw sadar dgn skill yg masih cupu bgni mana bisa buat sekedar bikin dia diam tuk sementara, ya.. obsesi seorang drumer cupu kayak gw yg masih harus belajar arti Perkusi, entah soal groove, stabil, dan kecepatan.
assalamualaikum,,
this is my first post, setelah skian lama mati suri karena males ngurus blog dan sibuk kerja. welcome back my diary gue janji akan sering nulis kalo sempat.
hari ini masuk kerja shift 3 rutinitas yg di mulai sejak 1 tahun lalu ketika pertama kali masuk kerja.
agenda hari ini HIBERNASI untuk recharge fisik yang habis di kuras begadang kerja semalaman suntuk..
uda dlu ya.
see u, rek m0lor heula …
^_^
CINTA yang dibangkitkan
oleh khayalan yang salah
dan tidak pada tempatnya
bisa saja menghantarkannya
pada keadaan ekstasi.
Kau sudah banyak menderita
Tetapi kau masih terbalut tirai’
Karena kematian adalah pokok segala
Dan kau belum memenuhinya
Deritamu tak kan habis sebelum kau ‘Mati’
Kau tak kan meraih atap tanpa menyelesaikan anak tangga
Ketika dua dari seratus anak tangga hilang
Kau terlarang menginjak atap
Bila tali kehilangan satu elo dari seratus
Kau tak kan mampu memasukkan air sumur ke dalam timba
Hai Amir, kau tak kan dapat menghancurkan perahu
Sebelum kau letakan “mann” terakhir…
Perahu yang sudah hancur berpuing-puing
Akan menjadi matahari di Lazuardi
Karena kau belum ‘Mati’,
Maka deritamu berkepanjangan
Hai Lilin dari Tiraz, padamkan dirimu di waktu fajar
Ketahuilah mentari dunia akan tersembunyi
Sebelum gemintang bersembunyi
Arahkan tombakmu pada dirimu
Lalu ‘Hancurkan’lah dirimu
Karena mata jasadmu seperti kapas di telingamu…
Wahai mereka yang memiliki ketulusan…
Jika ingin terbuka ‘tirai’
Pilihlah ‘Kematian’ dan sobekkan ‘tirai’
Bukanlah karena ‘Kematian’ itu kau akan masuk ke kuburan
Akan tetapi karena ‘Kematian’ adalah Perubahan
Untuk masuk ke dalam Cahaya…
Ketika manusia menjadi dewasa, matilah masa kecilnya
Ketika menjadi Rumi, lepaslah celupan Habsyi-nya
Ketika tanah menjadi emas, tak tersisa lagi tembikar
Ketika derita menjadi bahagia, tak tersisa lagi duri nestapa…
